Tampilkan postingan dengan label Medsos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medsos. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Desember 2017

Dahsyatnya Adzan


1. Lehernya paling panjang di hari kiamat
Dari Muawiyah radhiallahu ‘anhu, katanya: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ الْمُؤَذِّنِينَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat nanti” (HR. Muslim No. 387, Ibnu Majah No. 725, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 777, Al Baihaqi dalam Syu’abul ImanNo. 2789, Ahmad No. 1681, Abu Ya’la No. 7384, 7388, Al Qudha’i dalam Musnadnya No. 235, Abu ‘Uwanah No. 971, 973, Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah, 2/277, No. 415, dll).

2. Semua makhluk yang mendengar adzan akan menjadi saksi bagi muadzin pada hari kiamat
Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu, dia berkata kepada seorang laki-laki:

إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الغَنَمَ وَالبَادِيَةَ، فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ، أَوْ بَادِيَتِكَ، فَأَذَّنْتَ بِالصَّلاَةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ، فَإِنَّهُ: «لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ المُؤَذِّنِ، جِنٌّ وَلاَ إِنْسٌ وَلاَ شَيْءٌ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ»، قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Aku perhatikan kamu ini orang yang suka menggembala dan berkelana, maka jika kamu sedang menggembala kambingmu atau sedang berkelana maka adzanlah kamu dengan adzan seperti adzan shalat, tinggikan suaramu dengan adzan karena sesungguhnya semua yang mendengarkan adzan, baik dari golongan jin dan manusia dan apa pun saja, mereka akan menjadi saksi bagi si muadzin ada hari kiamat nanti. Abu Sa’id berkata: Aku mendengar hal ini dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam” (HR. Al Bukhari No. 609).

3. Akan diampuni dosanya sepanjang suaranya dan semua yang mendengarkan adzan di bumi akan mendoakan ampun baginya:
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ، مَدَى صَوْتِهِ، وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ، رَطْبٍ، وَيَابِسٍ، وَشَاهِدُ الصَّلَاةِ، يُكْتَبُ لَهُ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ حَسَنَةً، وَيُكَفَّرُ عَنْهُ مَا بَيْنَهُمَا

“Bagi muadzin akan diampuni dosanya sepanjang suaranya, dan akan memohonkan ampun baginya semua benda yang basah dan kering, dan orang menghadiri shalat berjamaah akan dicatat baginya 25 kebaikan dan akan dihapus kesalahan di antara keduanya (antara adzan dan shalatnya, pen)” (HR. Ibnu Majah No. 724, Abu Daud No. 515, dengan lafazh: “dan akan menjadi saksi baginya semua benda yang basah dan kering …”, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 2794, dll). Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu As Sakkan. (Lihat At Talkhish Al Habir, 1/367), Syaikh Syu’aib Al Arnauth (Ta’liq Musnad Ahmad, 10/337), juga Syaikh Al Albani dalam berbagai kitabnya. (Shahih Abi Daud,Shahihul Jami’, Tsamar Al Mustathab, At Ta’liqaat Al Hisaan).

Apa maksud “dosanya akan diampuni sepanjang suaranya”? Berikut ini keterangannya:

قَالَ الْخَطَّابِيُّ: وَفِيهِ وَجْهٌ آخَرُ وَهُوَ أَنَّهُ كَلَامُ تَمْثِيلٍ وَتَشْبِيهٍ، يُرِيدُ أَنَّ الْمَكَانَ الَّذِي يَنْتَهِي إِلَيْهِ الصَّوْتُ لَوْ يُقَدَّرُ أَنْ يَكوُنَ مَا بَيْنَ أَقْصَاهُ وَبَيْنَ مَقَامِهِ الَّذِي هُوَ فِيهِ ذُنُوبُهُ تَمْلَأُ تِلْكَ الْمَسَافَةَ غَفَرَهَا اللَّهُ.

“Berkata Al Khaththabi: pada kalimat ini ada makna yang lain, ini adalah ucapan tasybih dan tamtsil, maknanya adalah bahwa sepanjang tempat yang dicapai oleh suaranya sampai akhir, yang seandainya dosa-dosa dia sepenuh antara ujung terjauh dari suaranya sampai tempat dia berdiri, maka Allah akan mengampuni semuanya” (Ittihaf Al Khairah, 1/475).

4. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan Imam Shalat dan para muadzin
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

الْإِمَامُ ضَامِنٌ، وَالْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ، اللهُمَّ أَرْشِدِ الْأَئِمَّةَ، وَاغْفِرْ لِلْمُؤَذِّنِينَ

“Imam adalah penanggung jawab, muadzin adalah pembawa amanat, Ya Allah berikanlah bimbingan kepada para imam, dan ampunilah dosa para muadzin” (HR. At Tirmidzi No. 207, Abu Daud No. 517, Ahmad No. 7169, Abu Daud Ath Thayalisi No. 2526, Abu Ya’la No 4562, dll).

Hadits ini dishahihkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah, Syaikh Salim Husein Asad, Syaikh Syuaib Al Arnauth, Syaikh Al Albani, Syaikh Muhammad Mushthafa Al A’zhami, dan lainnya, dan dihasankan oleh Imam Zainuddin Al ‘Iraqi dalam Takhrijul Ihya.Maka, kebahagiaan besar bagi para muadzin, Anda didoakan ampunan oleh NabiShallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

5. Surga bagi para muadzin
Bergembiralah para muadzin dengan berita ini. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallambersabda:

يَعْجَبُ رَبُّكَ مِنْ رَاعِي غَنَمٍ فِي رَأْسِ شَظِيَّةِ الْجَبَلِ يُؤَذِّنُ بِالصَّلَاةِ وَيُصَلِّي، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ الصَّلَاةَ يَخَافُ مِنِّي، قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ

“Rabbmu takjub dengan penggembala kambing diatas bukit yang melakukan adzan lalu sholat, maka Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “lihatlah hambaku ini! ia adzan dan iqomat karena takut kepadaku, maka Aku telah mengampuni hamba-Ku dan memasukkannya kedalam surga” (HR. Abu Daud no. 1203, Ibnu Hibban no. 1660, dishahikan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud).

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ أَذَّنَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ، وَكُتِبَ لَهُ بِتَأْذِينِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ سِتُّونَ حَسَنَةً، وَلِكُلِّ إِقَامَةٍ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً

“Barang siapa adzan selama dua belas tahun maka wajib baginya mendapatkan surga, dan dengan adzannya itu dicatat baginya setiap hari enam puluh kebaikan, dan setiap iqamah yang dia lakukan dia mendapatkan tiga puluh kebaikan” (HR. Ibnu Majah No. 728, Al Bazzar No. 5933, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 2795, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Awsath No. 8733, Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah No. 418).

Hadits ini dishahihkan oleh Imam Al Bushiri. (Mishbah Az Zujaajah, 1/92), Imam Ali Al Qari (Mirqah Al Mafaatih, 2/572), Syaikh Al Albani (Ash Shahihah No 42, Al Misykah No. 678).

***

Sutedjo Bin Salkas, [07.12.17 16:01]

Kamis, 07 Desember 2017

SURAT BUAT DENNY SIREGAR.



Oleh: S Stanley Sumampouw.
Tadi malam saya melihat anda untuk pertama kalinya di ILC. Ternyata debat didunia nyata dengan menulis tulisan di dunia maya itu sangat berbeda. Tetapi saya maklum bahwa anda hanya terbiasa menulis tetapi tidak terbiasa ber-debat. Kenapa demikian? Tulisan tulisan anda yang selalu ditunggu oleh para penggemar anda, yang selalu menebar puja puji mereka, memang sudah menutup kemungkinan bagi anda untuk berlatih berdebat. Kalaupun ada yang tidak setuju dengan tulisan anda lalu berkomentar, anda selalu tidak menjawab komentar tersebut dan hanya mendiamkannya saja..Tadi malam ketika saya melihat anda di ILC, saya sedih. Anda yang biasanya garang dan lincah serta penuh kharisma dalam tulisan tulisan anda, ternyata hanya sampai sebegitu saja. Berdiskusi dengan menulis adalah sesuatu yang sangat berbeda. Menulis adalah ekspresi satu arah saja dimana emosi dan pikiran pikiran anda, anda wujudkan dalam bentuk tulisan. Lalu orang yang membacanya boleh setuju atau tidak terserah saja. Tetapi berdiskusi atau berdebat anda head to head dengan orang orang yang berlawanan dengan anda dimana argumentasi harus diberikan saat itu juga. Anda juga harus mengeksekusi berbagai argumen langsung tanpa bisa ditunda seketika dalam hitungan detik. Diskusi juga sangat dinamis dimana perkembangan arah pembicaraan bisa menjadi tidak terduga diluar dari skenario yang sudah anda persiapkan sejak dari rumah. Bung Denny Siregar, saya bukan alumni 212 apalagi simpatisannya.
Saya hanya masyarakat biasa saja yang sering gagal paham dengan tulisan tulisan anda yang sering berat sebelah dan tidak fair. Dan ternyata tadi malam memang terlihat ketidak fair-an anda ketika anda mempersoalkan dana penyelenggaraan hajatan alumni 212 tersebut dengan mengatakan bahwa dana sebanyak itu sebaiknya disumbangkan untuk para korban bencana alam yang saat ini terjadi di berbagai daerah dinegara kita. Anda lupa, bahwa belum lama berselang ditengah-tengah awal bencana Gunung Agung di Bali, ada orang yang merupakan idola anda, yang selalu anda tulis segala kebaikannya dengan menyuruput kopi gembira anda, mengadakan pesta berhari-hari lengkap dengan kereta kencana segala bak kerajaan, tetapi tidak anda persoalkan dan sarankan bahwa sebaiknya biaya pesta agung tersebut diperuntukkan saja bagi para pengungsi Gunung Agung. Sama sekali tidak terpikirkan oleh anda untuk menulis hal tersebut bahkan menganjurkan hal tersebut dalam tulisan anda. Anda selalu larut dengan segala puja puji anda kepada idola anda tersebut sehingga menutup mata dari kenyataan lain dimana sebagai pendukung seyogyanya anda menjadi garda terdepan untuk mengingatkan dan melakukan kontrol terhadap kebijakan kebijakan idola anda yang tidak pro rakyat.
Akhirnya saya hanya ingin mengatakan dan menyarankan juga kepada anda, sebaiknya anda mengurangi minum kopi. Karena kebanyak kafein juga tidak sehat. Kebanyakan kafein dapat menyebabkan eforia tinggi dan serasa melayang diangkasa terus. Sehingga ketika anda harus berpijak dalam kenyataan seperti semalam di ILC, anda menjadi gagap dan gamang berhadapan dengan dunia nyata yang bukan maya.